Ekslusif!! Ini Dia Salah Satu Akun FB PELAKU Rusuh Tanjung Balai Yang Diburu Kapolri, Bantu Share....


Beritateratas.com - Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian bersumpah untuk memburu penyebar isu negatif di media sosial (medsos) yang menjadi biang keladi kerusuhan berbau SARA di Tanjungbalai. Tito juga mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai isu-isu negatif melalui sosial media yang dapat memancing kerusuhan sosial serupa dengan yang terjadi di Tanjungbalai.

"Kerusuhan di Tanjungbalai itu adalah kesalahpahaman antara tetangga semata," sambung Tito usai berdialog dengan tokoh agama dan Forum Kerukunan Umat Beragama di Mapolda Sumut di Medan, Sabtu.

Namun, kesalahpahaman itu diposting di medsos dengan dibumbui isu negatif yang menyulut kerusuhan.Aksi pengrusakan sejumlah tempat ibadah terjadi di Kota Tanjung Balai, Sumatera Utara. Aksi ini dilakukan sejumlah pemuda pada Jumat (29/7) malam sekitar pukul 23.00 WIB.

Adapun  status yang diunggah laman media sosial facebook RRI Tanjungbalai
“Massa membakar rumah seorang warga chinese. Informasi sementara dari masyarakat bahwa, warga chinese tersebut membuat keributan di mesjid dan memaki imam yang sedang adzan di masjid karena tidak senang akan adanya adzan di mesjid hingga menyebabkan umat islam menjadi marah,”

Redaksi mencoba menelusuri akun - akun facebook yang bersifat memprovokasi massa, bahkan ternyata mereka ini mengaku ikut dalam aksi tersebut. Woww...mengerikan!!
Anak - anak muda sekarang sudah terkontaminasi sinetron - sinetron yang menjurus pada kekerasan, penganiaayan bahkan pembunuhan. Namun demi keamanan yang bersangkutan, postingannya kami blur.

Agar tidak memperlebar dan memperkeruh suasana, berikut ini redaksi hanya menampilkan dua postingan yang memicu konflik di tanjung balai bahkan yang bersangkutan mengaku membakar vihara dan terkepung polisi...!!

Postingan lain serta alamat, no handphone, Pin BB masih di 'keep' redaksi. 

Mohon bantu share, agar sampai informasi ini kepada Pak Kapolri, selanjutnya informasi pelaku akan kami sampaikan kepada pihak yang berwenang demi  menjaga agar situasi ini tidak semakin meluas mengingat kelompok ini termasuk 'sadis'.







sumber : beritateratas