
Jakarta: Koordinator KontraS Haris Azhar dilaporkan ke Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri. Haris dilaporkan oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) dan TNI terkait dugaan pelanggaran undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).
"Saya dilaporkan TNI dan BNN ke Polisi," kata Haris saat dikonfirmasi wartawan, Rabu (3/8/2015) lepas tengah malam.
Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri Brigjen Agus Andrianto membantah informasi tersebut. Agus mengatakan tak mungkin polisi menjadikan seseorang sebagai tersangka dalam waktu yang sangat singkat.
"Belumlah, terlalu cepat untuk menjadikan seseorang tersangka," kata Agus saat dikonfirmasi.
Namun, Agus membenarkan ada laporan masuk ke polisi terhadap Haris. Agus memastikan pihak kepolisian masih menyelidiki laporan itu.

Freddy Budiman--Antara/Rivan Awal Lingga.
Sebelumnya, Haris melontarkan pernyataan, pada 2014 dirinya pernah bertemu terpidana mati Freddy Budiman di Lapas Nusakambangan. Haris menyebut Freddy sempat bercerita banyak soal keterlibatan oknum polisi dan BNN dalam peredaran narkoba di Indonesia. Haris juga mengungkapkan ada asupan dana untuk melancarkan peredaran narkoba milik Freddy Budiman sebesar Rp450 miliar untuk BNN serta Rp90 Miliar untuk pejabat tertentu di Mabes Polri.
(Metrotvnews.com)